Senin, 12 Desember 2011

5 Orang yang Menjual Jiwa Kepada Setan

1. Niccolo Paganini
Niccolo Paganini adalah seorang musisi di akhir 1700-an. Dia mulai menggunakan mandolin pada usia dini dan pada usia tujuh tahun, ia belajar biola. Pada usia sebelas tahun, ia melakukan solo dan pada usia tiga belas tahun, ia dikenal sebagai virtuoso biola. Pada usia sembilan belas, ia mulai menulis musik sendiri dan belajar cara bermain gitar.

Pada usia 23, dan pada usia 27 tahun ia sudah menjadi seorang komposer, suatu waktu ketiak ia sedang konser dalam sebuah tournya, penonton dikagetkan dengan caranya berpakaian, Dia telah kehilangan gigi bawah, tampak pucat dan mulai berpakaian hitam. Itu desas-desus bahwa ia telah menjual jiwanya kepada setan.

Meskipun ia tidak memulai gosip tersebut, namun ia tidak melakukan apa pun untuk mencegah desas-desus itu dan bahkan mendorong orang untuk percaya. Ketika ia ditanya tentang hal itu, ia berkata ” how else would it be possible for him to play the way he does?”

27 Mei 1840, Paganini meninggal akibat pendarahan internal, sebelum seorang pendeta dipanggil.karena alasan telah melakukan perjanjian dengan setan, jenazahnya ditolak dipemakaman Katolik di Genoa. Butuh waktu empat tahun, sebelum tubuh itu boleh diangkut ke Genoa, tetapi tidak terkubur.

Jenazahnya akhirnya dimasukkan untuk beristirahat di tahun 1876, di sebuah pemakaman di Parma. Pada tahun 1893, pemain biola Ceko, Franz Ondricek, membujuk cucu Paganini, Attila, agar tubuh Paganini digali sekali lagi, untuk dimakam kan di pemakaman baru di Parma, pada tahun 1896.

2. Robert Johnson
Robert Johnson adalah musisi blues yang telah menjalani hidupnya dengan singkat. Dia meninggal di usia 27 dan tidak banyak yang diketahui tentang hidupnya. Musiknya dipengaruhi beberapa musisi dari tahun 50 dan 60 – an. Dia adalah salah satu musisi yang pertama yang masuk dalam Rock-N-Roll Hall of Fame. Dia tinggal di perkebunan ketika keinginannya untuk menjadi musisi blues besar.

Seseorang mengatakan kepadanya untuk membawa gitar ke Crossroads pada tengah malam di dekat Perkebunan Dockery . Ketika ia tiba, setan menunggu dan mengambil gitarnya. Setan mengkonfigurasi gitar dan memainkan beberapa lagu di atasnya.

Sekali ia menyerahkannya kembali kepada Robert, perjanjian itu dibuat dan ia mampu bernyanyi, bermain dan menciptakan blues. Johnson meninggal pada 16 Agustus 1938, pada usia 27, dekat Greenwood, Mississipi, ada rumor yang mengatakan bahwa ia tewas diracun istrinya sendiri.

3. Johann Georg Faust
Johann Georg Faust adalah seorang ahli kimia Jerman. Pada 1507, ia mengatakan bahwa ia adalah seorang penipu dan seorang gelandangan. Dia dikatakan telah dianiaya oleh beberapa anak laki-laki di Kreuznach. Tahun 1509, ia kemudian memperoleh gelar Di Universitas Krakow, ia belajar sulap dan berteman dengan Martin Luther dan Philip Melachton. Kedua orang itu mengatakan telah menyaksikan Johan sedang membuat perjanjian dengan setan.

Dia bekerja di Universitas Ehrfut, dimana dikatakan bahwa ia berceramah tentang Homer dan mengangkat seorang penyihir sebagai pahlawan bagi para siswanya. Dia kemudian diminta untuk mengundurkan diri dan menawarkan pertobatan. Saat itulah ia mengaku memiliki perjanjian dengan setan. Dia mengatakannya kepada Dr Klinge, seorang biarawan Fransiskan, bahwa ia lebih percaya setan daripada Tuhannya.

4. Urbain Grandier
Urbain Grandier adalah seorang pastor Katolik Perancis. Dia dibakar di tiang pancang karena melakukan kejahatan sihir. Dia dikenal karena melanggar sumpah selibat dan menjadi hidung belang. Pada 1603, beberapa biarawati menuduhnya menyihir mereka dan mengirimkan setan untuk melakukan tindakan tak senonoh dengan mereka. Menurut legenda, ia melakukan perjanjian dengan menyatakan kesetiaannya kepada setan dan penolakan terhadap iman Kristen. Pada gilirannya, hal itu janji untuk Grandier bahwa ia akan memiliki kasih wanita, kekayaan, dan kehormatan duniawi. Perjanjian ini ditulis mundur dalam bahasa Latin dan masih tersimpan untuk dilihat di Bibliotheque Nationale di Perancis.

5. Jonathan Moulton
Jonathan Moulton adalah pembuat lemari yang menjadi kapten di New Hampshire Milisi di 1745. Ia memainkan peran penting dalam mengklaim tanah dari Ossipee penduduk asli Amerika. Ketika perang berakhir pada 1749, ia menikah dengan Abigail Smith dan mereka memiliki sebelas anak-anak.

Ia membuka toko yang barang-barang impor dari Eropa dan Timur India. Menurut legenda , pasangan muda itu tida berhasil dalam menjalankan roda usahanya dan Jonathan mengatakan kepada istrinya bahwa ia akan menjual jiwanya kepada iblis agar mereka memiliki kekayaan yang ia inginkan. Para tetangga melaporkan karena melihat seorang asing berkunjung ke pasangan itu Jonathan Moulton & Istrinya setiap bulan di minggu pertama.

Pasangan tersebut tiba-tiba kaya dan dari desas-desus itu bahwa setan akan mengisi sepatu bot Jonathan dengan koin emas setiap bulan. Ia tidak pernah puas dengan apa yang ia miliki, sehingga ia mencoba trik setan. Dia membeli sepatu yang lebih besar dan masih belum puas dengan berapa banyak uang yang telah memperoleh.

Jadi, kemudian ia mengebor sebuah lubang di lantai agar tidak akan kehabisan pasokan uang. Konon, setan tertangkap setelah bulan kedua dan membakar rumah itu. Rumah Jonathan kemudian dibangun kembali tepat diatas tempat yang sama dan itu masih berdiri sampai hari ini.
sumber:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11940817

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar